
Viral Bule Keluyuran Saat Nyepi, Rai Mantra Minta Imigrasi Bertindak
Perayaan Hari Raya Nyepi yang dikenal sebagai hari suci umat Hindu di Bali kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada aksi sejumlah wisatawan asing (bule) yang terekam kamera tetap berkeluyuran di jalanan saat Nyepi berlangsung. Video tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari warganet.
Dalam tradisi Nyepi, seluruh aktivitas di Pulau Bali dihentikan total selama 24 jam. Tidak ada aktivitas bekerja, bepergian, menyalakan lampu, hingga hiburan. Bahkan, bandara pun ditutup. Aturan ini bukan hanya berlaku bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi wisatawan yang sedang berada di Bali.
Namun, dalam video yang beredar, tampak beberapa turis asing berjalan santai di area publik seolah tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Hal ini dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap norma dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali.
Mantan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau yang akrab disapa Rai Mantra, turut angkat bicara mengenai kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan wisatawan yang melanggar aturan Nyepi tidak bisa dianggap sepele.
Menurut Rai Mantra, pemerintah harus mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Ia secara khusus meminta pihak Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan evaluasi dan memberikan sanksi kepada wisatawan yang terbukti melanggar aturan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, tetapi menyangkut penghormatan terhadap budaya dan tradisi lokal. Harus ada efek jera,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih masif kepada wisatawan mancanegara terkait aturan Nyepi sebelum mereka datang ke Bali. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu mencegah kesalahpahaman serta pelanggaran di lapangan.
Peristiwa ini memicu diskusi luas di masyarakat, terutama mengenai keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian budaya. Banyak pihak menilai bahwa wisatawan harus lebih menghormati adat istiadat setempat, sementara pemerintah juga diharapkan memperketat pengawasan.
Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Bali memang dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya. Oleh karena itu, menjaga kesakralan momen seperti Nyepi menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.
