
Thomas Cup 2026: Jonatan Optimistis Indonesia Bisa Juara Grup
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menunjukkan rasa percaya diri tinggi menjelang ajang bergengsi Thomas Cup 2026. Ia optimistis tim Merah Putih mampu keluar sebagai juara grup pada fase penyisihan.
Optimisme tersebut muncul setelah hasil undian menempatkan Indonesia di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Secara kekuatan, dua negara pertama diprediksi menjadi pesaing utama Indonesia dalam perebutan posisi puncak klasemen grup.
Menurut Jonatan, peluang Indonesia cukup besar jika melihat komposisi pemain dan kekuatan lawan. Ia menilai sektor ganda Prancis memang cukup solid, sementara Thailand memiliki ancaman utama di tunggal pertama lewat pemain top dunia. Namun, Indonesia diyakini masih unggul di beberapa sektor lainnya.
“Kalau di grup masih optimis… mudah-mudahan juara grup,” ujar Jonatan.
Peta Kekuatan Grup D
Prancis datang dengan modal kuat usai menjuarai Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026. Mereka diperkuat pemain seperti Toma Junior Popov dan rising star Alex Lanier, serta kombinasi ganda yang kompetitif.
Sementara itu, Thailand mengandalkan Kunlavut Vitidsarn sebagai ujung tombak di sektor tunggal. Kehadirannya menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, terutama di partai pertama.
Meski begitu, Jonatan menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengamankan poin di tunggal kedua, ketiga, serta sektor ganda.
Kombinasi Senior dan Muda Jadi Kunci
Kepercayaan diri Jonatan juga didukung oleh komposisi skuad Indonesia yang dinilai merata. Tim dihuni pemain berpengalaman seperti Anthony Sinisuka Ginting dan pemain ganda papan atas, serta diperkuat talenta muda potensial seperti Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.
Perpaduan ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas strategi sekaligus energi baru bagi tim dalam menghadapi tekanan turnamen beregu.
Target Kembalikan Kejayaan
Indonesia memiliki sejarah panjang di ajang Piala Thomas. Terakhir kali Merah Putih meraih gelar juara adalah pada edisi 2020 setelah mengalahkan China dengan skor telak 3-0 di final.
Kini, dengan komposisi tim yang solid dan kepercayaan diri tinggi dari para pemain, Jonatan berharap Indonesia bisa kembali mengangkat trofi tersebut.
“Dengan peta kekuatan yang semakin merata, semua tim punya peluang. Kami hanya ingin tampil maksimal dan membawa pulang Piala Thomas,” tegasnya.
