
Kemendikdasmen Berlakukan WFH Tiap Jumat, Bagaimana Aturan untuk Guru?
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat mulai 1 April 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari program nasional transformasi budaya kerja sekaligus upaya efisiensi energi dan pengurangan mobilitas.
Namun, muncul pertanyaan di kalangan tenaga pendidik: apakah guru juga ikut WFH setiap Jumat?
WFH ASN: Bekerja dari Rumah, Bukan Libur
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa WFH bukan berarti hari libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, yakni dari rumah. Layanan publik pun harus tetap berjalan normal dan mudah diakses masyarakat.
Selain itu, WFH bukan “work from anywhere” (WFA). ASN tetap diwajibkan berada di rumah agar sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk tugas mendesak atau rapat penting.
Bagaimana Aturan untuk Guru?
Berbeda dengan ASN di sektor lain, guru tidak sepenuhnya mengikuti skema WFH. Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan:
- Guru tetap masuk jika siswa masuk sekolah
Jika kegiatan belajar mengajar berlangsung tatap muka, maka guru wajib hadir di sekolah. - Pembelajaran tetap tatap muka (luring)
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap berjalan normal selama lima hari sekolah. - Sektor pendidikan termasuk layanan prioritas
Pendidikan dipandang sebagai layanan publik yang membutuhkan interaksi langsung, sehingga tidak bisa sepenuhnya dialihkan ke sistem WFH. - WFH bersifat situasional untuk guru ASN
Dalam kondisi tertentu (misalnya tidak ada kegiatan belajar atau kebijakan khusus), kemungkinan penyesuaian bisa dilakukan, tetapi prinsip utamanya tetap mengikuti kebutuhan siswa.
Tujuan Kebijakan WFH
Penerapan WFH setiap Jumat tidak lepas dari kebijakan nasional yang lebih luas, yaitu:
- Efisiensi penggunaan energi
- Pengurangan mobilitas dan emisi
- Adaptasi budaya kerja yang lebih fleksibel
- Peningkatan efektivitas birokrasi
Kebijakan ini juga akan dievaluasi secara berkala, setidaknya setiap dua bulan untuk melihat efektivitasnya.
Kesimpulan
Meskipun ASN kini menjalani WFH setiap Jumat, guru tetap memiliki peran khusus yang tidak bisa sepenuhnya mengikuti kebijakan tersebut. Selama siswa belajar di sekolah, guru wajib hadir untuk memastikan proses pendidikan berjalan optimal.
Dengan kata lain, di sektor pendidikan, kepentingan pembelajaran siswa tetap menjadi prioritas utama dibanding fleksibilitas kerja.
