SURABAYA – Kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, menguak dugaan adanya korban lain dalam perkara penipuan bermodus love scamming.
Ruly ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Bandara Juanda pada 24 Juni 2026. Polisi kemudian memburu seorang pria bernama Erlan yang terekam kamera pengawas saat mengemudikan mobil korban menuju kawasan bandara. Hingga kini, aparat masih mendalami hubungan pria tersebut dengan kematian Ruly.
Informasi mengenai dugaan korban lain disampaikan oleh seorang pengusaha asal Bandung berinisial ARN. Ia mengaku pernah menjadi korban penipuan Erlan dan mengalami kerugian sekitar Rp144 juta. Setelah rekaman kebersamaannya dengan Erlan tersebar, sejumlah orang menghubunginya, termasuk penyidik Polda Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo.
Dugaan Korban Love Scamming Lain Mulai Bermunculan
ARN mengatakan seorang perempuan juga menghubunginya dan mengirimkan sejumlah bukti. Perempuan tersebut mengaku pernah menjadi korban penipuan bermodus hubungan asmara yang diduga dilakukan oleh orang yang sama.
Menurut ARN, perempuan itu berasal dari Malang dan diduga telah mengenal Erlan sebelum pria tersebut mendekati Ruly. Meski demikian, pengakuan tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan resmi oleh kepolisian.
ARN mengaku telah membantu menghubungkan beberapa orang yang merasa menjadi korban dengan tim penyidik. Langkah tersebut dilakukan agar polisi mendapatkan lebih banyak informasi mengenai pola penipuan, aliran dana, dan pergerakan terduga pelaku.
Modus Diawali dengan Membangun Kepercayaan
Kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya, sebelumnya menyebut pola hubungan korban dengan pria yang dicari polisi menyerupai love scamming. Pria tersebut diduga membangun kepercayaan melalui komunikasi telepon dan media sosial sebelum akhirnya bertemu langsung dengan korban.
Namun, Risang menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan. Polisi perlu mengungkap apakah hubungan itu memang berkaitan dengan penipuan, tindak kekerasan, atau motif lain.
Polda Jawa Timur juga menyatakan bahwa pria yang diburu memiliki latar belakang dugaan penipuan. Polisi menyebut korbannya kerap berasal dari kalangan perempuan berusia matang dan memiliki kondisi ekonomi mapan.
Pengusaha Bandung Mengaku Rugi Rp144 Juta
ARN menjelaskan bahwa dirinya mengenal Erlan ketika tinggal di rumah kos yang sama di Jakarta Pusat. Menurut pengakuannya, Erlan dikenal ramah, royal, dan pandai membangun citra sebagai sosok berpengaruh.
Kepercayaan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menawarkan skema alih gadai tanah di Bali. ARN menyerahkan uang tunai Rp120 juta dan transfer Rp20 juta. Ia juga membelikan sebuah telepon seluler sebelum Erlan menghilang dari hotel di Bali.
ARN mengaku baru menyadari dugaan penipuan setelah mengetahui tanah yang dijadikan alasan peminjaman dana tidak pernah ada. Pengacara yang sempat ditemui dalam proses tersebut juga disebut menerima informasi berbeda dari Erlan.
Polisi Masih Memburu Pria yang Diduga Terlibat
Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo masih mencari keberadaan Erlan. Polisi menyebut pria tersebut sering berpindah tempat sehingga proses pengejaran membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
Mantan ketua RT tempat Erlan pernah tinggal di Dampit, Kabupaten Malang, juga mengatakan beberapa orang pernah datang mencarinya terkait dugaan penipuan. Salah satunya mengaku kehilangan sebuah mobil yang belum dikembalikan.
Walaupun berbagai dugaan mulai bermunculan, seluruh tuduhan masih harus diuji melalui proses hukum. Polisi belum mengumumkan hasil akhir penyelidikan maupun menetapkan konstruksi lengkap perkara kematian Sekdin PRKP Bangkalan tersebut. Cuman disini bisa karatetoto login anti lelet yuk kunjungin sekarang juga gaes.
