Kronologi Relawan Mojokerto Digigit Ular Kobra
Achmad Zaenuri, atau yang akrab disapa Zaenal, merupakan pimpinan Relawan Birunya Cinta (RBC) Mojokerto. Ia mengalami insiden saat mengevakuasi seekor ular kobra dari rumah warga di Lingkungan Mulyosari, Kelurahan Magersari, Kota Mojokerto. Saat itu, Zaenal memilih menangkap ular tanpa menggunakan alat pelindung diri. Akibatnya, ular berbisa tersebut menggigit kedua tangannya hingga menyebabkan luka serius. Ia kemudian menjalani perawatan dan operasi di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Setelah menerima laporan dari warga, Achmad Zaenuri langsung menuju lokasi. Ia menemukan ular kobra bersembunyi di dalam saluran pipa rumah. Selanjutnya, ia berhasil menangkap ular tersebut dan memasukkannya ke dalam tas ransel. Namun, ketika berada di kawasan Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, ular keluar dari tas karena terdapat lubang. Saat mencoba menangkap kembali, ular justru menggigit tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanannya. Insiden itu membuat kondisinya langsung memburuk.
Kondisi Achmad Zaenuri Setelah Digigit Ular
Setelah itu, Achmad Zaenuri segera mendapatkan penanganan medis. Dokter menemukan adanya kerusakan jaringan akibat bisa ular kobra. Oleh karena itu, tim medis memutuskan melakukan operasi pada kedua tangannya. Selama menjalani perawatan, Zaenal juga mengaku mengalami demam, mual, pusing, dan muntah. Meski begitu, kondisinya berangsur membaik setelah mendapat penanganan intensif.
Penanganan Ular Berbisa Harus Mengutamakan Keselamatan
Sementara itu, kejadian yang dialami Achmad Zaenuri menjadi pengingat bahwa proses evakuasi ular berbisa memiliki risiko tinggi. Penggunaan alat pelindung diri sangat dianjurkan agar keselamatan petugas tetap terjaga. Selain itu, masyarakat juga disarankan segera menghubungi petugas atau relawan yang memiliki perlengkapan lengkap apabila menemukan ular berbisa di lingkungan sekitar. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan saat proses penyelamatan berlangsung.
