
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember terus menunjukkan kinerja yang positif dan membanggakan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim, Jember menempati tujuh besar kabupaten/kota dengan PAD tertinggi di Jawa Timur, sekaligus menjadi yang terbaik di wilayah Sekarkijang. Prestasi ini menandai keberhasilan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah melalui berbagai sektor.
Bupati Jember, H. Achmad Fauzi, menyampaikan apresiasi terhadap capaian PAD ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kinerja optimal seluruh jajaran pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Fauzi menekankan pentingnya keberlanjutan pengelolaan PAD untuk mendukung program pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor yang menjadi kontributor utama PAD Jember meliputi pajak daerah, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (BMDP). Pajak daerah, terutama pajak hotel, restoran, dan hiburan, menjadi penyumbang terbesar. Di samping itu, kontribusi retribusi dari izin usaha, parkir, dan pelayanan publik turut mendorong pertumbuhan PAD. Optimalisasi pemungutan serta inovasi sistem pembayaran elektronik membantu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas dan transparansi penerimaan.
Keberhasilan Jember menembus tujuh besar PAD tertinggi di Jawa Timur juga menunjukkan bahwa strategi pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi ekonomi lokal berjalan efektif. Bupati Fauzi menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik agar masyarakat lebih patuh dalam membayar pajak dan retribusi. Selain itu, program sosialisasi dan edukasi terkait kewajiban pajak telah dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan pertemuan langsung dengan pelaku usaha.
Dari segi geografis, Jember merupakan kabupaten terbesar di wilayah Sekarkijang dengan jumlah penduduk yang padat dan aktivitas ekonomi yang tinggi, terutama sektor perdagangan, jasa, dan pertanian. Hal ini menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD melalui pengelolaan sumber daya yang ada. Keberhasilan ini menjadikan Jember sebagai contoh bagi kabupaten lain di Sekarkijang dalam hal optimalisasi pendapatan asli daerah.
Selain itu, Pemkab Jember berkomitmen untuk mengembangkan inovasi digital dalam pengelolaan PAD. Sistem pembayaran online dan aplikasi monitoring pajak menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efisiensi dan kepatuhan wajib pajak. Inovasi ini juga mendukung transparansi dan memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Bupati Fauzi menegaskan, capaian PAD Jember tidak hanya untuk prestise, tetapi juga berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Dengan PAD yang kuat, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk menyejahterakan warga, termasuk membiayai proyek strategis, memperbaiki fasilitas publik, dan memberikan layanan sosial yang lebih optimal.
Secara keseluruhan, keberhasilan PAD Jember menembus tujuh besar tertinggi di Jawa Timur dan menjadi yang terbaik di Sekarkijang mencerminkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jember di masa mendatang
