
Trauma Center Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) membagikan sejumlah tips penting bagi masyarakat dalam menolong korban kecelakaan lalu lintas. Edukasi ini dinilai krusial mengingat tingginya angka kecelakaan di jalan raya, terutama di kawasan perkotaan dan jalur padat kendaraan. Penanganan awal yang tepat sebelum korban mendapatkan perawatan medis lanjutan dapat berperan besar dalam menyelamatkan nyawa serta mencegah kondisi korban menjadi lebih parah.
Tim medis Trauma Center RS Ubaya menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menjadi penolong pertama di lokasi kejadian. Oleh karena itu, pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama sangat diperlukan. Namun, penolong juga diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri sebelum membantu orang lain. Lingkungan sekitar lokasi kecelakaan harus dipastikan aman dari risiko tambahan, seperti lalu lintas yang masih ramai, kebocoran bahan bakar, atau potensi kebakaran.
Langkah pertama yang disarankan adalah menilai kondisi korban tanpa panik. Penolong diminta untuk melihat apakah korban dalam keadaan sadar atau tidak, serta memeriksa pernapasan dan denyut nadi. Jika korban tidak sadarkan diri tetapi masih bernapas, posisikan tubuh korban secara aman dan segera hubungi layanan darurat atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Apabila korban tidak bernapas, penolong dianjurkan untuk segera meminta bantuan tenaga medis profesional.
Trauma Center RS Ubaya juga menekankan pentingnya tidak sembarangan memindahkan korban kecelakaan, terutama jika diduga mengalami cedera tulang belakang atau patah tulang. Kesalahan dalam memindahkan korban dapat memperparah cedera yang sudah ada. Penolong disarankan untuk menahan posisi korban tetap stabil sambil menunggu bantuan medis, kecuali jika korban berada dalam kondisi yang mengancam jiwa, seperti berada di tengah jalan dengan risiko tertabrak kendaraan lain.
Dalam kasus perdarahan, penolong dapat melakukan tindakan sederhana dengan menekan area luka menggunakan kain bersih atau perban untuk menghentikan aliran darah. Tekanan dilakukan secara perlahan namun konsisten. Jika darah menembus kain, jangan melepas penutup pertama, tetapi tambahkan lapisan penutup di atasnya. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan darah sebelum korban mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
Tips lain yang dibagikan adalah menjaga korban tetap hangat dan tenang. Korban kecelakaan sering mengalami syok akibat nyeri, ketakutan, atau kehilangan darah. Penolong dapat menenangkan korban dengan berbicara secara perlahan dan meyakinkan, serta menutupi tubuh korban dengan jaket atau kain untuk mencegah hipotermia. Kondisi mental korban yang stabil dapat membantu memperlambat penurunan kondisi fisik.
Trauma Center RS Ubaya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan makanan atau minuman kepada korban kecelakaan, terutama jika korban mengalami penurunan kesadaran atau luka serius. Pemberian makanan dan minuman dapat meningkatkan risiko tersedak atau komplikasi lain saat korban harus menjalani tindakan medis darurat.
Selain penanganan fisik, pencatatan informasi juga dinilai penting. Jika memungkinkan, penolong dapat mencatat waktu kejadian, kondisi korban, serta tindakan yang sudah dilakukan. Informasi ini akan sangat membantu tenaga medis saat korban tiba di rumah sakit. Apabila korban membawa identitas, penolong dapat mengamankannya dan menyerahkannya kepada petugas medis atau pihak berwenang.
Melalui edukasi ini, Trauma Center RS Ubaya berharap masyarakat memiliki keberanian dan pengetahuan yang cukup untuk memberikan pertolongan pertama secara benar. Penanganan awal yang tepat bukan berarti menggantikan peran tenaga medis, melainkan sebagai langkah sementara yang dapat menyelamatkan nyawa korban sebelum mendapatkan perawatan profesional.
RS Ubaya juga mendorong masyarakat untuk mengikuti pelatihan pertolongan pertama yang diselenggarakan oleh institusi kesehatan atau organisasi terkait. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menjadi penolong yang sigap, aman, dan bertanggung jawab saat menghadapi situasi darurat di jalan raya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang pertolongan pertama, diharapkan angka kematian dan dampak fatal akibat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan. Trauma Center RS Ubaya menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, baik dalam pencegahan kecelakaan maupun dalam penanganan korban saat insiden terjadi.
