
Anak Tega Mutilasi Ibu Kandungnya di Lahat Sumatera Selatan
Warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, digegerkan oleh kasus pembunuhan sadis yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri. Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang kondisi sosial dan psikologis pelaku.
Korban diketahui seorang wanita lanjut usia berinisial SA (63). Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terkubur di sebuah lokasi di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, dengan tubuh yang telah termutilasi menjadi beberapa bagian. Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan keluarga karena korban tidak terlihat selama sekitar satu minggu.
Setelah dilakukan pencarian, keluarga mendapatkan informasi dari warga terkait adanya aktivitas mencurigakan berupa penggalian tanah di kebun milik korban. Dari situlah akhirnya jasad korban ditemukan dalam kondisi telah dimasukkan ke dalam beberapa karung dan dikubur.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengungkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam. Pelaku diketahui adalah anak kandung korban sendiri, seorang pemuda berinisial AF (23). Ia ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Lahat dan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pembunuhan terjadi di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai. Setelah menghabisi nyawa ibunya, pelaku kemudian memutilasi tubuh korban dan memindahkannya ke lokasi lain untuk dikubur, dengan tujuan menghilangkan jejak.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena dilakukan oleh anggota keluarga sendiri, yang seharusnya menjadi orang terdekat dan pelindung. Dugaan motif masih terus didalami oleh pihak kepolisian, meskipun beredar informasi bahwa faktor ekonomi dan kebiasaan buruk pelaku diduga turut memicu tindakan keji tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam keluarga dapat terjadi di mana saja dan sering kali dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, konflik internal, hingga masalah psikologis. Oleh karena itu, peran keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah tragedi serupa terulang kembali.
